4 Jenis Lampu Jalan yang Kerap Digunakan

Mungkin banyak dari kalian yang mengira bahwa lampu jalan terlihat sama saja di setiap saat. Hanya saja yang membedakan adalah desainnya yang beragam. Seperti lonjong, persegi dan masih banyak lagi. Padahal sebenarnya ada banyak jenis lampu, lho.

Ya meskipun semuanya berupa lampu jalan LED, masing-masing punya karakter tersendiri. Baik dari bentuknya, cahayanya maupun ketahanannya. Penasaran apa saja variasinya? Yuk deh simak ulasannya di bawah ini.

Lampu jalan HPL-N 

Jenis Lampu Jalan

Pertama, ada lampu jalan berjenis HPL-N. Ini merupakan nama produk lampu merkuri fluorescent yang berasal dari Eropa. Karakternya mempunyai tekanan tinggi dan termasuk ke dalam jenis lampu tabung. Untuk cara kerjanya sendiri, lampu ini menghasilkan cahaya dari percikan elektron yang ada pada tabung.

Sedangkan jangka pemakaiannya sendiri rata-rata sekitar 12.000 – 20.000 jam. Lalu, untuk fluks sinar yang dihasilkan antara 1800 lumen sampai 54200 lumen. Nah, jenis satu ini paling sering dipakai di tepi jalan, lantaran color rendering-nya bagus.

Lampu jalan SON-T

Jenis Lampu Jalan

Kemudian yang kedua ada lampu SON-T atau yang biasa dikenal dengan sebutan lampu jalan sodium. Cara kerjanya sama dengan HPL-N yang cahayanya didapatkan dari pelepasan elektron pada tabung. Kalau untuk jenisnya, termasuk ke dalam lampu tabung atau yang biasa disebut dengan discharge lamp. Lampu ini juga memiliki tekanan gas pada tabung yang membuat suhu kerja menjadi tinggi. Pemasangannya sendiri menggunakan ignitor untuk pemicu tegangan yang bermula dari 220v hingga menjadi 0.5 kva.

Lampu jalan LED LVD

Jenis Lampu Jalan

Berikutnya ada lampu LVD. Selain sebagai lampu jalan, jenis bola penerang ini juga kerap dipakai sebagai pengganti lampu sorot. Sebenarnya, daya listrik dari lampu ini cukup kecil, tapi kerennya bisa menghasilkan cahaya yang sama seperti lampu MHL dengan daya yang jauh lebih besar. Menariknya lagi, meskipun dengan daya kecil, lampu ini juga mampu bertahan hingga 100.000 jam.

Lampu ini tergolong istimewa. Selain karena dayanya yang kecil, lampu tersebut terdiri dari tiga bagian penting. Antara lain ballast dengan frekuensi tinggi, kumparan induksi, dan lampu itu sendiri. Oleh karenanya, tak heran apabila lampu ini punya ketahanan yang ekstra. Cocok sekali untuk yang ingin berhemat, tapi dengan kemampuan yang berlebih.

Lampu Neon TL

Jenis Lampu Jalan

Untuk jenis lampu jalan LED lainnya ada neon TL. Benda penerang dengan jenis ini juga sering kali digunakan pada tepian jalan. Ini karena daya pakainya relatif kecil yang setara dengan lampu bohlam. Selain itu, lampu satu ini juga memiliki temperatur yang lebih dingin daripada lampu lainnya.

Kalau dilihat-lihat, jenis lampu ini punya beberapa keunggulan yang dapat diperhitungkan. Namun, jangan sampai kalian melupakan bahwa Neon TL juga memiliki sejumlah kekurangan. Di antaranya adalah membutuhkan ruang yang luas untuk penempatannya. Kemudian, harga serangkaian lampu tergolong mahal.

Menghadapi itu semua, kalian tidak perlu khawatir. Dikarenakan bisa diatasi dengan menggunakan elektronik ballast yang penggunaannya cenderung lebih efisien. Alasan lainnya, elektronik ballast dapat mengatasi floker akibat tegangan supply yang dapat menurun secara tiba-tiba.

Jenis lampu jalan LED yang ada di atas punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari sini, kalian dapat menyesuaikan dengan kebutuhan apabila ingin membelinya. Apakah ingin yang harganya murah, daya tahan lama, ataupun daya listrik rendah. Nah, supaya tidak salah memilih, alangkah lebih baik untuk berkonsultasi terlebih dulu kepada ahlinya di temtera.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *